setitik jiwa berakit ke hulu fana
menembus butiran embun senja
melintasi benang-benang mimpi
menapak tegap di lumpur derita
wajah kemerah-merahanmu masih teringat di mataku
sikap ketenangan berdiam pada kalbu
hiruk pikuk takkan mengubah arti
perubahan mungil duduk bersandar pada diri
siapakah engkau sekarang
jiwamu abu di sisa pembakaran
jilatan kobar mengubah keadaan
keadaan berubah menjadi gersang
gejolak apa yg menyusup jauh
hilang jauh termakan zaman
tak ada sedikit perubahan
keadaan mengubah arah jalan
November 2009
Terbit di Padang Ekspres Kolom Remaja, Minggu 31 Oktober 2010