Minggu, 08 Mei 2011

Tiga Batang Lilin

;UGK

tiga batang lilin yang kau berikan, masih tertancap pada meja
saat gulita malam masih mengepung dan lentera minyak yang belum juga di hidupakan
sungguh terasa begitu berat tak bercahaya. cahaya yang ada tak lagi ada namun bila
ada pun takkan mengubah suasana

tiga batang lilin yang menyala semakin habis pula
saat larut semakin lama berjaya. tak seorangpun datang dengan obornya untuk
menggantikan nyala lilinya. anak yang riang semakin menghilang dan tak lagi berkata
mereka sibik dengan bantal dan sebagian duduk berjaga
sambil memandangi bintang yang bercahaya. tak seperti rembulan yang asyik dengan
sepertiga malam untuk mengantar pada garis subuh
garis yang paling ditunggu dari sekian waktu. gelap ini semakin pekat pula bila cahaya lilin
semakin hilang dan rasa ngantuk semakin menyerang. tak ada lagi kegiatan, tak ada pula
yang akan menerangi selain cahaya kilau surya pada garis subuh.

Pauh, 1 Juni 2010

Terbit di Singgalang Kolom Puisi, Minggu 26 September 2010